Sebuah Renungan di hari ulang tahunmu

            Kepadamu yang hari ini tengah berbahagia, bertahun-tahun sudah kau menjalani hidup di dunia dan hari ini tepat bertambahnya usiamu, kuharap dengan itu bertambah pula kedewasaanmu. Tahun-tahun yang telah kau lewati kini mungkin banyak memberimu pelajaran yang sangat berarti bagi hidupmu, kuharap itu.

             Kau mungkin bertanya-tanya dalam hati, mengapa tidak ada satu  kado pun yang kuberikan padamu sebagai hadiah kepadamu di hari yang spesial menurutmu. Bahkan sekedar telepon atau pesan berisi ucapan selamat dan doa tidak kukirim kepadamu. Atau mungkin kau ingin marah kepadaku karena begitu teganya aku lupa hari lahirmu.

            Andai kau tahu saja, bukan aku lupa akan hari ini. Ya aku sangat ingat ini adalah hari ulangtahunmu. Tapi ada beberapa alasan yang mendasariku tidak melakukan apapun untukmu hari ini.

Asal Usul Perayaan Ulang Tahun

Sedikit akan ku terangkan kepadamu asal usul ulang tahun itu.“Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun /pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara Ulang Tahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodes lah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6;

“Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, di tengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes.” (Matius14 : 6)

Dalam Injil Markus 6:21

“Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.”(Markus 6:21)

————————————————————-

Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21;
celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn’t to do it, but Herod.

Matthew 14:6 :
“But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod.”

Mark 6:21 :
“Finally arrived also a good opportunity for Herodias, Herod on his birthday gave a feast for the magnifying-magnifying, officer-officers and prominent people in the Galilee.”
————————————————————-

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilin pun ditiup. (Baca buku : Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)” (Sumber)

            Sekarang kau sudah tahu asal usulnya, dan itu memang berasal dari kebudayaan non muslim yang diadopsi secara serampangan oleh orang-orang muslim. Padahal agama kita yang suci ini sudah mengatur seluruh sendi kehidupan kita termasuk dalam melakukan perayaan.

Baca juga : Ucapan dan Doa Pernikahan Dalam Islam

Islam Memiliki Perayaan Sendiri

            Rasulullah ﷺ bersabda : Saya diutus kepada kalian sedangkan kalian (dulu) mempunyai 2 hari raya yang kalian bermain-main padanya dimasa jahiliyah, sungguh Allah sudah menggantinya dengan yang lebih baik yaitu Iedul Adha dan Iedul Fithri ((HR.An-Nasa`i (3/179/5918) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’no. 4460)

Jadi difahami dari hadits ini bahwa hari raya yang dilegalkan dalam Islam cuma ada 2 dan tidak ada selain itu termasuk ulang tahun. Aku takut jika termasuk kedalam apa yang disebutkan dalam hadits berikut ini “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,maka dia termasuk dari mereka”. (HR. Abu Daud no. 4031 dandinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1/676) dan Al-Irwa` no.2384) apalagi yang kita adopsi dan tiru adalah budaya dari orang-orang kafir non muslim.

Larangan Meniru Non Muslim

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah berkomentar mengenai hadits ini dalam kitabnya Al-Iqtidho’ “Hukum minimal yang terkandung dalam hadits ini menunjukan haramnya mengikuti mereka (non muslim)”, pada halaman selanjutnya beliau mengatakan “Dengan hadits inilah para ulama berdalil akan dibencinya semua perkara yang merupakan ciri khas orang-orang non muslim”(Al-Iqtidho’ hal 83-84).

Ucapan Ulang Tahun Dalam Islam

Sehingga dalam Islam tidak ada ucapan khusus untukmu yang berulang tahun. Tidak kuucapkan selamat ulang tahun, ataupun dengan bahasa lain seperti baarakallah fii umrik, selamat milad. Itu semua tidak dicontohkan oleh generasi terbaik umat Islam, yaitu para sahabat dan para ulama setelahnya yang mengikuti jejak mereka dengan baik.

Semoga penjelasan di atas dapat kau pahami dengan baik, karena jika aku memberikan selamat kepadamu sama saja aku menunjukan keridhoanku atas hal-hal yang tidak diperintahkan oleh Rasulullah dan ini terlarang dengan dalil-dalil yang sudahkau baca. Aku juga tak ingin sekedar latah dan mengabaikan prinsip penting bagi kita seorang muslim.

Namun, jangan pernah kau mengira aku tidak peduli padamu dengan tidak memberikan selamat dan doa di hari ini. Apalah artinya doa selama setahun sekali tapi menyelisihi apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya. Yang perlu kau tahu, doaku padamu tulus setiap waktu tanpa hari-hari apapun, dan namamu selalu termaktub dalam doa-doaku.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini