Shalat tarawih termasuk ibadah yang dihimbau oleh pemerintah untuk dilaksanakan di rumah saja pada saat ini, karena ditakutkan menjadi media penyebaran wabah di antara para jama’ah. Lantas bolehkan shalat tarawih dilaksanakan di rumah saja, padahal biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan bagaimana tata caranya?

Hukum Shalat Tarawih di Rumah

Shalat tarawih hukumnya sunnah menurut kesepakatan para ulama, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi[1]. Tidak sampai derajat wajib.

Jika melihat pada awal mula disyariatkan shalat tarawih di zaman Nabi Muhammad ﷺ,  didapati beliau shalat selama tiga malam bersama para sahabatnya, setelah itu beliau melaksanakannya di rumah. Tatkala pagi harinya ada salah seorang sahabat yang menanyakan kepada beliau mengapa tidak keluar berjama’ah, maka beliau menjawab,”Tidak ada yang menghalangiku keluar kecuali aku takut akan diwajibkan kepada kalian.” (HR Bukhari dan Muslim). Kemudian di zaman Umar bin Khattab tatkala ketakutan akan diwajibkan sudah hilang, maka dimulai lagi shalat tarawih secara berjama’ah dengan satu imam di masjid, namun masih tetap ada sahabat nabi yang melaksanakannya di rumah.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa shalat tarawih secara berjama’ah di masjid bukanlah suatu kewajiban namun suatu hal yang lebih afdhal. Begitu juga diperbolehkan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan shalat tarawih di rumah, apalagi ketika keadaan seperti sekarang ini. Bahkan dalam madzhab Syafi’i lebih afdhal untuk shalat di rumah saja, walaupun ini bukan merupakan pendapat yang paling kuat.

Tata Cara Shalat Tarawih di Rumah

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dipraktekkan untuk melaksanakan shalat tarawih di rumah.

  1. Shalat tarawih di rumah boleh dilakukan secara berjama’ah dengan keluarga atau sendirian saja. Jika dengan shalat berjama’ah membuat keluarga lebih bersemangat ibadah di bulan Ramadhan, maka itu lebih utama dibandingkan shalat sendirian.
  2. Waktu pelaksanaan shalat tarawih di rumah dapat dimulai setelah shalat Isya dan shalat sunnah ba’diyah sampai menjelang subuh. Buat kesepakatan dengan keluarga atau dengan diri sendiri jika shalat sendirian kapan akan dimulai, apakah setelah Isya ataukah sepertiga malam yang terakhir.
  3. Jumlah raka’at yang akan dilaksanakan bisa 11 raka’at ditambah witir ataupun 23 raka’at ditambah witir. Jumlah raka’at shalat tarawih yang dipraktekan oleh Rasulullah ﷺ adalah 11 raka’at dengan witir. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radiyallahu ‘anha beliau mengatakan,”Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah lebih dari sebelas raka’at pada shalat malamnya, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan yang lainnya.” (HR Bukhari). Adapun jika ingin melakukan shalat sebanyak 23 raka’at dengan witir juga tidak mengapa, karena inilah yang dipraktekan oleh khalifah Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu dan masih dilaksanakan saat ini di Masjidil haram. Begitu juga Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk mengikuti sunnah para khulafa’ur rasyidin sepeninggal beliau.
  1. Setelah menentukan jumlah raka’at yang akan dilakukan selanjutnya berniat dalam hati untuk shalat sunnah tarawih, baik sebagai imam atau sebagai makmum atau shalat sendirian. Kemudian melakukan shalat tarawih dengan cara dua raka’at lantas salam. Hal ini didasari oleh hadits dimana Rasulullah ﷺ bersabda,”Shalat malam itu dua raka’at (salam) dua raka’at (salam), apabila salah seorang dari kalian takut segera masuk waktu subuh maka shalatlah satu raka’at witir untuk menutup shalat yang dilakukannya tadi.” (Muttafaqun ‘alaih)
  2. Apabila telah selesai 8 raka’at atau 20 raka’at dari shalat tarawih selanjutnya tutup shalat dengan witir, yaitu shalat yang memiliki bilangan ganjil. Paling minimal adalah satu raka’at, atau bisa juga dengan shalat witir 3 raka’at. Caranya dengan berniat witir 3 raka’at dalam hati kemudian shalat dengan sekali salam, atau bisa juga shalat dua raka’at salam kemudian shalat satu raka’at lagi dan salam. Setelah selesai shalat witir hendaknya membaca dzikir “Subhânal malikil quddûs (3x) rabbul malâikati warrûh”, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ[2].

Inilah tata cara shalat tarawih di rumah yang dapat kita laksanakan baik bersama dengan keluarga maupun sendirian. Semoga semangat ibadah kita terus terjaga walaupun belum bisa berjama’ah di masjid bersama kaum muslimin yang lainnya.

Kemranjen, 7 Ramadhan 1441 H

Djati Purnomo Sidhi

Catatan kaki:

[1] Al-Majmu’ syarh al-Muhadzab (4/13)

[2] Lihat: HR Abu Dawud dan An-Nasa’iy, dan dinilai shahih oleh Al-Albaniy. Lafadz “rabbul malâikati warrûh” merupakan tambahan dalam riwayat Ad-Daruquthniy