Di antara kemudahan yang diberikan syariat Islam adalah adanya amalan-amalan sunah sebagai penyempurna pahala amalan-amalan yang wajib. Sunah-sunah yang berkaitan dengan puasa adalah sebagai berikut :

  1. Makan Sahur

Dalam sahur terdapat keberkahan. Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Makan sahurlah, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari & Muslim)

Salah seorang ulama menerangkan bahwa hadits tersebut menunjukkan agar kita mengikuti perintah nabi, karena makan sahur dapat menjaga kekuatan diri dan badan, dan menolong dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dikarenakan Anda sahur untuk membantu berpuasa. Juga makan sahur merupakan pembeda antara puasa kaum muslimin dan puasanya ahli kitab.

Bisa disebut sahur walaupun hanya minum seteguk air. Dan sahur yang paling afdhal dengan kurma.

  1. Mengakhirkan Sahur

Sunah yang satu ini tidak banyak diamalkan oleh kaum Muslimin. Mereka makan sahur dengan rentang waktu yang lama dengan waktu subuh. Padahal jarak bacaan waktu antara makan sahurnya Rasulullah dengan shalat subuh hanya terpaut bacaan 50 ayat.

عَنْ أَنَسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: «تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ» قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسِينَ آيَةً

Diriwayatkan oleh Anas dari Zaid bin Tsabit ia mengatakan,”Kami makan sahur bersama nabi, kemudian beliau bangun untuk shalat (subuh, pent). Aku berkata,”Berapa jarak antara sahur dan adzan?” ia mengatakan,”Jarak bacaan 50 ayat.” (HR Bukhari & Muslim)

  1. Menyegerakan Berbuka

Petunjuk nabawi menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersegera untuk berbuka apabila matahari sudah tenggelam di barat. Adzan sudah berkumandang menandakan waktu Maghrib sudah tiba. Beliau sendiri mengatakan bahwa kebaikan akan terus bersama orang yang menyegerakan sahur. Sebagaimana termaktub dalam dua kitab shahih;

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ

Dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah bersabda: “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari & Muslim)

  1. Berbuka dengan kurma basah, kurma kering, ataupun dengan air.

Dari Anas ia berkata,”Rasulullah berbuka dengan kurma basah sebelum shalat. Apabila tidak ada kurma basah, beliau memakan kurma kering. Kalau tidak ada kurma kering, beliau meminum beberapa teguk air.” (HR Abu Dawud, Tirmidziy, dinilai hasan oleh al-Albaniy)

  1. Berdoa Ketika Berbuka

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata :”Adalah Rasulullah apabila berbuka beliau berdoa,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabadz dzama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah

Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala Insyaa Allah.” (HR Abu Dawud, dinilai hasan oleh al-Albaniy)