Apa Itu Malas?

Malas bisa diartikan juga sebagai rasa berat untuk melakukan sesuatu, tidak bergairah, lemah, kurangnya motivasi dan tidak mau menyelesaikannya.

Efek Negatif Rasa Malas

Kemalasan punya efek negatif yang banyak, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun dalam suatu negara. Yang pertama malas hanya mengakibatkan kita jadi menyia-nyiakan waktu. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Adapun malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mendapat apa pun, dan penyesalan yang sangat parah.” (Adz-Dzarî’ah ilâ Makârim asy-Syarî’ah hlm. 269).

Rasa malas terutama saat menjalankan ibadah, juga bisa membuat kita meniru penghuni neraka yang paling bawah, yaitu orang-orang munafik. Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengisahkan tentang mereka dalam firman-Nya:

إِنَّ ٱلمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُم وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [dengan shalat] di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisâ’ [4]: 142)

Di dalam buku Mausû’ah Nadhratun Na’îm disebutkan bahwa sifat malas membawa dampak jelek di antaranya:

  1. Membawa matinya semangat dan memendam daya pikir
  2. Salah satu sebab menuju jalan pintas untuk mengambil harta orang lain
  3. Semakin jauh dari Allah
  4. Sebagai bentuk nyata kemunduran suatu umat dan masyarakat
  5. Pertanda semangatnya sedang jatuh
  6. Mewariskan kehinaan dan kerendahan.

Kenapa Kita Bisa Merasa Malas?

  • Malas karena terbiasa dan menikmatinya.

Ya, memang karena terbiasa bermalasanlah maka diri kita ini menjadi semakin malas dan malah terasa menikmatinya. Kamu merasa kebiasaan malas kamu telah menjadi sesuatu yang wajar. Padahal malas adalah suatu kebiasaan buruk yang tidak boleh dibiarkan karena bisa menurunkan kualitas hidup seseorang dan membuat kita menjadi tidak memiliki semangat dalam hidup. Hidup juga menjadi berantakan tak terarah.

  • Tidak ada tujuan hidup yang jelas.

Orang yang kebanyakan malas dalam hidupnya biasanya ia tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Ia hanya berpikir untuk menjalani hidup saja tanpa memiliki target yang ingin dicapainya. Sehingga ia hanya akan menjalani hidup apa adanya sesuai jalan yang ia tempuh sekarang. Itulah yang menyebabkan rasa malas dalam diri sendiri. Ketahui tujuan hidup menurut Islam agar kamu bisa menentukan tujuan hidupmu di masa depan.

  • Hidup kurang motivasi.

Dalam hidup ini kita membutuhkan motivasi agar lebih semangat dalam menjalaninya. Cara memotivasi diri itu banyak sekali, ada yang datang dari dalam diri, orang tua, keluarga, teman, sahabat, pasangan hidup dan juga bisa dari lingkungan. Tapi jika kita hidup namun tidak bisa memotivasi diri sendiri maka diri ini akan kebanyakan malasnya karena tidak ada yang diharapkan dan diinginkan. Cobalah motivasi diri dan ketahui cara menjadi pribadi yang lebih baik.

  • Tidak disiplin dalam hidup dan suka menunda-nunda (taswif)

Tidak disiplin bisa menjadi penyebab rasa malas datang padamu. Seperti, jika kamu tidak disiplin dan melewatkan jam tidur begitu saja hingga tidur kemalaman, maka di pagi hari kamu akan bangun dengan rasa kantuk yang membuat diri kamu menjadi tidak fit dan tidak semangat dalam memulai aktivitas. Itulah yang membuat rasa malas bisa menyerang kamu. Oleh karena itu mulai lah untuk disiplin dengan waktu untuk mengatur kehidupanmu agar lebih baik. Jangan suka menunda-nunda sesuatu yang bisa kamu selesaikan sekarang atau hari ini. Sebagaimana disebutkan dalam petuah dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhuma “Apabila kamu berada di sore hari maka jangan tunggu sampai berganti pagi, dan apabila kamu berada di pagi jangan tunggu sampai sore hari, manfaatkan masa sehat sebelum sakit, dan manfaatkan hidupmu sebelum datangnya kematian.” (HR Bukhari)

  • Terlalu pasrah dalam hidup.

Sikap pasrah juga tidak terlalu bagus untuk diri sendiri. Kenapa? Kalau selalu pasrah dalam menjalani hidup berarti nggak ada usaha sama sekali dong? Sehingga mendorong diri kita untuk menjadi malas karena setiap kali ada kendala yang membutuhkan sedikit usaha dari kita, kitanya malah memilih untuk pasrah aja.

  • Kurangnya kesadaran diri.

Mungkin kita menjadi malas karena kita kurang sadar dengan siapa diri kita, apa mau kita dan apa kewajiban kita saat ini. Akan tetapi jika kita tahu sipa diri kita ini dan tahu apa yang kita mau dan sadar dengan kewajiban kita tentu kita akan tergerak untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

  • Kondisi fisik yang kurang fit.

Kondisi fisik dan kesehatan juga bisa menjadi penyebab kita jadi merasa malas utnuk beraktivitas. Tubuh yang terasa kurang fit akibat kesehatan yang menurun membuat kita menjadi tidak semangat, gampang lelah dan tidak fokus. Jadi memelihara kesehatan dan menjaga waktu istirahat itu sangatlah penting. Kamu bisa mengikuti tips gaya hidup sehat agar kamu bisa selalu fit dan jauh dari rasa malas.

  • Kecanduan berlebihan terhadap sesuatu.

Saking tertariknya terhadap sesuatu kita bisa menjadi malas untuk melakukan kegiatan lain seperti kecanduan menonton film, bermain game dan gadget, kecanduan komik dan hal lainnya yang membuat diri kita sulit untuk meninggalkan kegiatan tersebut sehingga malas untuk melakukan hal-hal lain jika tidak mendesak.

  • Terlalu banyak makan dan ngemil.

Kebiasaan makan dan ngemil juga bisa membuat kita malas loh kalau mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Setelah makan begitu kenyang rasa kantuk akan datang beriringan. Akibatnya adalah kita menjadi malam untuk kembali beraktivitas dan memilih untuk tidur sejenak yang akhirnya malah kebablasan. Cukup makan sekedarnya untuk menghindari rasa malas datang. Selain itu kebanyakan makan bisa menimbulkan penyakit untuk tubuh.

Agama Islam yang sempurna ini sudah jauh-jauh hari memotivasi untuk selalu bersemangat dalam setiap keadaan dan jangan sampai menjadi pribadi yang malas. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ ]رواه مسلم[

Bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah”. (HR Muslim)

Males Boleh Nggak Sih?

Males yang boleh :

  • Males kalau diajak maksiat
  • Males kalau ngebully temen
  • Males kalau bikin kotor lingkungan
  • Males kalau berdebat yang gak penting dalam agama

Males yang gak boleh :

  • Males menjaga kebersihan
  • Males ibadah baik yang wajib maupun sunnah
  • Males menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban
  • Males nolongin orang yang kesusahan

Gimana Cara Biar Gak Malas Lagi?

  1. Meminta Perlindungan Kepada Allah Dari Rasa Malas

Kita berlindung sama Allah Ta’ala agar melindungi kita dari penyakit yang satu ini, karena Allah lah yang akan melindungi siapa saja yang meminta kepada Nya, menyelamatkan siapa saja yang minta diselamatkan, dan akan menolong siapa saja yang bergantung kepada Nya.

Ada sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ agar kita terlindung dari rasa malas ini. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Dahulu Rasulullah ﷺ berdoa dengan doa berikut ini”:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

  1. Meminta Tolong Kepada Allah

Kita ini faqir dan butuh sekali dengan bantuan Allah Ta’ala dan taufiq dari Nya di setiap waktu dan kesempatan, baik dalam perkara dunia maupun akhirat. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kepada Muadz sebuah doa yang selanjutnya bisa kita amalkan agar mendapatkan pertolongan dari Nya. Beliau ﷺ bersabda,”Aku wasiatkan kepadamu wahai Muadz, jangan kau tinggalkan membaca di setiap akhir shalat : Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat Mu, bersyukur kepada Mu, dan baiknya ibadah kepada Mu.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’iy, dishahihkan oleh Al-Albaniy).

  1. Belajar Untuk Bersabar Ketika Beramal

Apabila rasa malas merupakan aib bagi manusia, maka untuk menghilangkannya membutuhkan kesabaran yang panjang. Diceritakan bahwa Ibnu Al-Munkadir berkata,”Aku berusaha mendidik diriku selama empat puluh tahun sampai bisa untuk istiqomah.” Begitu juga Tsabit Al-Bunaniy mengatakan,”Aku berusaha memaksakan diri untuk shalat selama dua puluh tahun, dan aku merasakan lezatnya (nyaman dan tenang) shalat selama dua puluh tahun.”

  1. Umur Kita Pendek Teman !

Ketahuilah bahwa umur kita pendek, tidak sepantasnya untuk kita sia-siakan dengan terus terjatuh dalam kubangan rasa malas. Setiap saat waktu kita terus berkurang, sehari, seminggu, sebulan, setahun berjalan tidak terasa sedangkan kita masih lalai dan lupa. Al-Hasan Al-Bashriy mengatakan,”Wahai anak Adam, engkau laksana kumpulan hari-hari, apabila berlalu sehari maka hilanglah sebagian dirimu.”

  1. Bukan Sifat Mukmin

Menjadi pengangguran tidak memiliki sesuatu yang dikerjakan dan hanya meminta-minta bukanlah sifat seorang mukmin. Karena seharusnya seorang mukmin berusaha sekuat tenaga untuk bekerja, menjalankan perannya dalam kehidupan ini, mendapatkan sesuatu dan memberi. Allah Ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya: Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS Al-Mulk: 15)

Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu mengatakan,”Aku benci melihat seseorang yang menganggur, tidak bekerja untuk mendapatkan dunia ataupun beramal untuk meraih akhiratnya.” (HR Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir)

  1. Bersungguh Sungguh Lebih Bermanfaat

Hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia dan akhirat adalah rajin dan bersungguh-sungguh, memiliki semangat yang tinggi dan kemauan yang kuat, serta menjauhkan diri dari malas, futur, dan kelemahan diri.

Rasa malas di dunia akan mengakibatkan kegagalan, kemunduran, kemiskinan, dan kebodohan. Rasa malas tidak akan mendatangkan kemuliaan, tidak pula membangun peradaban, dan tidak bisa diharapkan sama sekali. Negara dan umat membutuhkan orang-orang yang cerdas, memiliki akal yang cemerlang, cita-cita yang tinggi, jiwa yang memiliki hasrat untuk maju, akhlak yang baik, dan hati yang suci cinta kepada kasih sayang.

Begitu juga di akhirat, kemenangan masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka tida didapat kecuali dengan sungguh-sungguh beramal. Kemenangan ini membutuhkan kesungguhan, keistiqomahan, dan amalan.