Jadilah orang yang bersemangat

 Agama Islam yang sempurna sudah jauh-jauh hari memotivasi umatnya untuk selalu semangat dalam setiap keadaan dan jangan sampai menjadi pribadi yang malas. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah”. (HR Muslim)

Hadits diatas berisi 3 poin yang penting. Poin yang pertama adalah motivasi untuk bersemangat. Poin kedua adalah meminta tolong kepada Allah, dan poin terakhir agar kita jangan malas.

Pada poin pertama ini Kita dimotivasi oleh Nabi Muhammad untuk selalu bersemangat, akan tetapi bersemangat dalam hal apa? Bersemangat dalam menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ta’ala, dan juga dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Sebagai contoh di bawah ini ada beberapa hal yang seyogyanya dilakukan oleh seorang muslim dengan penuh semangat. Hal-hal tersebut adalah :

Mencari ilmu agama

Kehidupan seorang muslim tak bisa lepas dari yang namanya beribadah, bergaul atau berinteraksi dengan orang lain, bekerja, berjual-beli dan berbagai macam lainnya. Untuk melaksanakan hal itu semuanya dibutuhkan yang namanya ilmu. Karena jika kita berbuat tanpa ilmu maka semua hal yang kita lakukan menjadi kacau balau. Oleh karenanya kita diwajibkan untuk menuntut ilmu dan semangat dalam mencarinya.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim”. (HR Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Syaikh al-Albaniy)

Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu agama. Wajib bagi setiap muslim menuntut ilmu yang harus diketahuinya, seperti ilmu aqidah, tatacara ibadah meliputi wudhu,mandi, shalat, puasa, zakat, haji, jual beli. Adapun ilmu dunia maka hukumnya adalah fardhu kifayah, alias kewajiban hanya mengikat segelintir orang saja.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah menuturkan,”Kebutuhan seseorang akan ilmu agama lebih banyak dibanding kebutuhannya terhadap makan dan minum”. Maka bersemangatlah untuk mendatangi majelis-majelis ilmu yangada, bersemangatlah untuk membaca Al-Qur’an dengan arti dan tafsirnya, serta hadits-hadits nabi yang memuat ilmu yang bermanfaat.

Mengerjakan shalat berjama’ah

Hal yang bermanfaat lagi memerlukan semangat ekstra adalah shalat berjama’ah. Karena shalat jama’ah menyimpan pahala yang lebih dibanding shalat sendirian.

صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat berjama’ah lebih besar pahalanya 27 derajat dibanding shalat sendirian”. HR Bukhari

Bahkan ada ulama yang memandang bahwa shalat berjama’ah hukumnya wajib bagi laki-laki. Tentu saja untuk mendatangi shalat jama’ah dibutuhkan lebih banyak semangat, karena pada saat ini sedikit sekali anak-anak muda yang mau melangkahkan kaki ke masjid ketika adzan berkumandang.

Berinfak & sedekah

 

Manusia memiliki sifat dasar yang jelek, yaitu pelit. Pelit untuk mengeluarkan uang berinfak & bersedekah. Semakin diminta maka kebanyakan kita akan berat memberi,”kalau hanya sekali it’s OK lah, tapi kalau keterusan memangnya kita ladang uang.”begitulah kurang lebih pikiran kita. Sifat ini sudah Allah ta’ala jelaskan jauh-jauh hari dalam firmanNya;

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ (8)

“ Sesungguhnya manusia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (QS. Al-‘aadiyat : 8)

Kebanyakan kita enggan untuk mengeluarkan harta membantu saudara kita yang sedang tertimpa kesusahan. Karena memang sangat sayang terhadap harta yang dimiliki. Seakan-akan harta itu adalah benda yang akan dibawa mati.

Oleh karena itu harusnya kita bersemangat dalam melatih & membiasakan diri untuk berinfak dan bersedekah. Sebagaimana para sahabat nabi selalu semangat untuk mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Karena infak yang kita keluarkan sejatinya akan menjadi pahala yang berkali-kali lipat. Permisalannya disebutkan oleh Allah ta’ala dalam ayat berikut:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (261)

Perumpamaan (nafkah yangdikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah :261)

Mencari rezeki yang halal

Bekerja adalah kebutuhan asasi manusia untuk mencari rezeki. Dengan rezeki tersebut manusia bisa memenuhi semua kebutuhannya. oleh karena itu kita harus semangat dalam mencari rezeki, terlebih lagi mencari rezeki yang halal.

Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk mencari rezeki yang halal guna memenuhi kebutuhan. Lebih baik lagi jika rezeki itu berasal dari pekerjaan tangan kita sendiri, bukan hasil meminta-minta kepada orang lain. Bahkan para nabi bekerja dengan keahlian mereka masing-masing.

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ.

“Tidaklah seorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari hasil pekerjaannya sendiri. Dahulu nabi Dawud makan dari hasil pekerjaannya sendiri.”HR Bukhari

Zaman sekarang ini, orang memiliki prinsip cari yang haram aja susah apalagi cari rezeki yang halal, jadi kita harus bersemangat dalam mencari rezeki yang halal. Jangan sampai perut kita terkontaminasi oleh hal-hal yang haram, karena akan mengakibatkan kita menjadi bahan bakarnya neraka. Nabi pernah berpesan kepada Ka’ab bin Ujroh.

يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ، إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Wahai Ka’ab, daging yang tumbuh dari harta yang haram maka neraka lebih pantas untuknya.” HR Tirmidzy dan dinilai hasan ghorib oleh beliau.

Meminta Tolong Kepada Allah

Kemudian dalam kelanjutan hadits, nabi menyuruh kita untuk meminta pertolongan kepada Allah ta’ala. maknanya adalah janganlah kamu hanya bersemangat saja, tapi harus dibarengi dengan meminta tolong kepada Allah. Karena tidak ada daya bagimu kecuali dari Allah, walaupun engkau mengerjakan seluruh sebab-sebab yang mengantarkan pada keberhasilan, karena tidak akan bermanfaat kecuali ada izin dari Allah. Maka gabungkanlah antara bersemangat dan meminta pertolongan kepada Allah.

Janganlah Malas

Yang terakhir adalah jangan malas. Malas adalah merasa lebih senang untuk santai dan berleha-leha tanpa mau kerja keras. Karena kemalasan akan mengakibatkan kita kehilangan banyak kesempatan untuk beramal saleh dan berkarya. Oleh sebab itu perbanyaklah doa memohon perlindungan dari rasa malas, sebagaimana yang diajarkan olehRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ

“YaAllah, aku memohon perlindungan dari kelemahan dan rasa malas, dari rasa takut dan masa tua, dan aku berlindung kepadamu dari ujian hidup dan mati, dan aku berlindung kepadamu dari adzab kubur.” (HRBukhari & Muslim)

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini