Hari Akhir Pasti Terjadi

Keyakinan terhadap hari kiamat merupakan salah satu di antara pokok ajaran Islam, termasuk dari rukun iman. Keimanan seseorang barulah sempurna jika dia meyakini adanya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman:

لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلۡكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ

Artinya: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi.” (QS Al-Baqarah: 177)

Al-Qur’an juga telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi, sebagaimana disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman Nya;

وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الجَمِيلَ

Artinya: “Sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (QS. Al-Hijr: 85)

Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ لَا رَيبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (QS Ghafir: 59)

Sudah Dekat Waktunya

Hari kiamat sangat dekat sekali terjadinya apabila dibandingkan dengan umur dunia ini yang sudah tua. Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan dalam sabdanya,”Jarak antara aku diutus dengan datangnya hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini (jari tengah & telunjuk).” (HR Bukhari no. 6504 dan Muslim no. 2951).

Dalam sabdanya yang lain beliau ﷺ bersabda,”Sesungguhnya ajal kalian –umat Islam- (dengan datangnya hari kiamat) jika dibandingkan dengan waktu yang ditempuh oleh umat-umat sebelum kalian adalah bagaikan jarak antara shalat ‘Ashar dan waktu maghrib –saat tenggelamnya matahari-.” (HR Bukhari no. 3459)

Walaupun kiamat ini dekat karena umat Islam adalah umat akhir zaman, namun tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan datangnya hari kiamat kecuali Allah Ta’ala saja. Allah Ta’ala berfirman;

يَسْأَلُكَ النَاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Artinya: “Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya dari sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu dekat waktunya.” (QS. Al-Ahzab: 63)

TANDA AKHIR ZAMAN

Para ulama membagi tanda-tanda terjadinya kiamat menjadi dua, yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar. Di antara tanda-tanda kecil terjadinya kiamat adalah sebagai berikut:

Munculnya Nabi-Nabi Palsu

Diriwayatkan dari Tsauban bahwa dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: ”Tidak akan terjadi kiamat hingga beberapa kelompok dari umatku mengikuti kaum musyrikin dan hingga mereka menyembah berhala, dan sesungguhnya akan ada pada umatku tiga puluh orang pendusta, semua mengaku bahwa ia adalah seorang nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada nabi setelahku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidziy)

Hilangnya Amanah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat.” Dia (Abu Hurairah) bertanya,”Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab,”Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat.” (HR Bukhari)

Wafatnya Para Ulama dan Banyaknya Orator

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Di antara tanda-tanda kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hilangnya ilmu bukan dicabut begitu saja, akan tetapi dengan wafatnya para ulama. Sebagaimana disebutkan dalam sabda nabi dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash, beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda;

إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يبقى عالما اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسئلوا، فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.” (HR Bukhari & Muslim)

Begitu pula akan banyak orator-orator yang berkomentar mengenai urusan masyarakat termasuk masalah agama. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya,”Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?” beliau menjawab,”Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albaniy)

Banyak Wanita Mengumbar Aurat

Pada akhir zaman akan banyak wanita yang memakai pakaian, akan tetapi hakikatnya telanjang karena pakaian yang dikenakannya tipis dan ketat. Tipis sehingga menampakkan warna kulit yang seharusnya ditutupi oleh pakaian itu, dan ketat sehingga menampilkan body orang yang memakainya. Hampir-hampir tidak ada bedanya antara berpakaian ataupun tidak karena sama-sama bisa memancing syahwat orang yang melihatnya.

Terdapat sebuah riwayat dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda;

صنفان من أهل النار لم أرهما، قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحهنا ليوجد من مسيرة كذا وكذا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok ketika berjalan, kepada mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya surga tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim no. 2128).

Merebaknya Zina dan Riba

Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

من أشراط الساعة أن يقل العلم، ويظهر الجهل، ويظهر الزنا، وتكثر النساء ويقل الرجال، حتى يكون لخمسين امرأة القيم الواحد

“Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinahan, wanita akan semakin banyak dan pria semakin sedikit, sampai-sampai salah seorang pria bisa  mengurus lima puluh wanita.” (HR Bukhari no. 81)

Dijelaskan dalam hadits Ibnu Mas’ud bahwa beliau ﷺ bersabda,”Menjelang hari kiamat riba akan merajalela.” (HR Thabrani)

Tanda-Tanda Besar

Dari Hudzaifah bin Asid bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi hingga ada sepuluh tanda (sebelumnya): khasf di timur, khasf di barat, khasf di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari jurang ‘Adn yang menggiring manusia,” dalam riwayat lain,”Kesepuluh adalah turunnya ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam.” (HR Muslim)

Bagaimana Persiapan Kita Menyambut Kiamat?

Seorang muslim hendaknya tidak menyibukkan dirinya untuk menggali rincian tanda-tanda kiamat apalagi sampai terjatuh dalam cocoklogi. Seperti yang dilakukan sebagian orang dengan mengatakan bahwa Imam Mahdi akan keluar tahun sekian, anak yang dibunuh Dajjal sudah berumur sekian, dan lain sebagainya. Namun, yang seharusnya dilakukan adalah menyongsong hari akhir dengan memperbanyak bekal kebaikan. Meningkatkan kualitas keagamaan baik pribadi maupun keluarganya. Agar bisa bersama-sama masuk surga Allah Ta’ala di akhirat nanti.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ,”Kapan hari kiamat wahai Rasulullah?” beliau menjawab,”Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” lelaki itu menjawab,”Aku tidak siapkan untuk itu banyak shalat, puasa dan sedekah, akan tetapi aku mnecintai Allah dan rasulNya.” Rasulullah ﷺ berkata,”Engkau bersama orang yang engkau cintai.” (HR Bukhari & Muslim)

 

Banyumas, 15 Jumadil Akhir 1441 H / 10 Februari 2020 M