Ketika lisan kita mengucapkan kalimat syahadat Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah itu berarti kita mengingkrarkan diri menjadi follower Rasulullah. Menjadi umatnya yang siap dibimbing dan mengikuti pentunjuk-petunjuk nabi. Menjadi umat yang siap untuk mengikuti titahnya dan menjauhi larangannya. Karena seorang rasul tidak berbicara dengan hawa nafsu pribadinya, akan tetapi semua itu adalah wahyu dari Allah Ta’ala. Sehingga beliaulah idola setiap orang muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Adalah Panutan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah panutan umatnya, karena beliau adalah uswatun hasanah suri tauladan yang baik. Yang patut untuk diikuti. Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya;

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan,”Ayat yang mulia ini merupakan pondasi yang besar dalam perintah untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam ucapan-ucapannya, perbuatannya, dan kepribadiannya. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/391)

Jadi harusnya gak ada keraguan lagi dalam diri kita untuk mengikrarkan diri menjadi follower beliau. Karena sudah ada jaminan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kalau beliau memang bener-bener layak untuk dijadikan panutan. Seluruh hal yang ada pada diri beliau patut untuk dijadikan contoh kehidupan kita.

Baca juga : Meet Up di Telaga Nabi Muhammad

Menjadi Follower Sejati

Terus kalau kita sudah mengerti kalau beliau yang paling cocok untuk menjadi panutan kita, bagaimana caranya kita bisa menjadi follower sejati beliau?

Para ulama menyebutkan beberapa poin yangmana kalau kita melaksanakannya maka kita bisa disebut menjadi follower sejati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Apa saja poin-poin itu, simak di bawah ini ya sobat.

Menaati perintah-perintahnya

Sebagai penyampai wahyu dari Allah, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan perintah kepada kita untuk dilaksanakan, baik perintah berupa ibadah wajib atau perintah untuk berbuat baik kepada sesama makhluk Allah. Itu semua harus kita taati dan patuhi sesuai dengan kemampuan kita.

Allah Ta’ala berfirman dalam ayatNya;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ وَأَنتُمۡ تَسۡمَعُونَ

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya). (QS. Al-Anfal : 20)

Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa orang yang menaati Rasulullah akan masuk surga. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”.

“Siapakah mereka yang enggan itu wahai Rasulullah?” tanya para sahabat.

“Barangsiapa yang menaatiku akan masuk surga dan yang bermaksiat kepadaku itulah orang-orang yang enggan.” (HR Bukhari)

Membenarkan berita yang beliau kabarkan

Yaitu kita mempercayai dan membenarkan setiap berita yang beliau kabarkan dalam hadits shahihnya, baik tentang larangan, perintah, atau hal ghaib. Hal ghaib ini bisa jadi berita tentang alam ghaib beserta penghuninya seperti setan, malaikat, surga, neraka, ‘arsy. Ataupun berita tentang sesuatu yang bakalan terjadi di masa depan. Semuanya harus kita imani dan percayai. Karena beliau adalah ash-Shaadiqul Masdhuq yang benar lagi dibenarkan.

Seperti halnya Abu Bakar, mengapa beliau mendapatkan gelar ash-Shidiq yang artinya orang yang jujur. Karena beliau membenarkan berita-berita Rasulullah walaupun seluruh orang pada zaman itu tidak mempercayainya. Ketika dikabarkan bahwa Rasulullah baru saja melakukan perjalanan dari Mekah ke Baitul Maqdis, kemudian naik ke Sidratul Muntaha dalam waktu semalam saja, orang-orang Quraisy menertawakannya dan menganggapnya bermimpi. Akan tetapi Abu Bakar tetap percaya.

Menjauhi segala hal yang beliau peringatkan atau larang.

Hal-hal yang diperingatkan untuk dijauhi ataupun yang dilarang untuk dilakukan oleh Rasulullah harus benar-benar kita hindari. Jangan sampai melanggarnya. Karena disetiap peringatan dan larangan terdapat maslahat yang kembali kepada umatnya.

Dari Abu Hurairah ia berkata, saya mendengar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Apa yang aku larang hendaklah kalian jauhi, dan apa yang aku perintahkan makak laksanakan sesuai kemampuan kalian…” (HR Bukhari & Muslim)

Beribadah Dengan Syariat Nabi Muhammad

Poin terakhir jika ingin menjadi follower nabi Muhammad yang sejati adalah beribadah kepada Allah dengan syariat yang diajarkan oleh beliau. Tidak menambah-nambahi atau mengurangi. Laksanakan sesuai petunjuk yang sudah termaktub dalam hadits-haditsnya, sesuai dengan pemahaman para ulama salafus salih.

Sekelumit doa sebagai penutup tulisan yang cukup singkat ini. Semoga kita semua bisa menjadi follower sejati baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga pada hari kiamat nanti kita diperbolehkan untuk minum air dari telaganya. Yang mana orang-orang yang menambah-nambahi ajaran beliau akan terusir dari telaga.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini