Pergi sebelum subuh dan pulang setelah matahari lama tenggelam. Itulah rutinitas para pekerja di kota besar metropolitan. Bekerja, istirahat malam, kemudian berangkat untuk bekerja lagi. Itulah kegiatannya sehari-hari. Demi mendapatkan lembaran-lembaran rupiah untuk memenuhi kebutuhan pribadi ataupun keluarganya.

Alangkah indahnya jika di antara sela-sela rutinitas harian yang begitu padat tersebut, masih disempatkan untuk mengingat Allah dengan melaksanakan shalat, berdzikir, membaca al-Qur’an, serta banyak amalan saleh yang lain. Tapi alangkah ruginya jika kebanyakan waktu hidupnya hanya untuk bekerja mengejar dunia.

Berlomba Mencari Dunia Lupa Akhirat

Lebih parah tentu orang yang berlomba-lomba mencari dunia. Bekerja keras memeras keringat dan membanting tulang tapi lalai dengan seluruh perintah dan larangan agama. Waktu shalat dibiarkannya lewat begitu saja. Adzan yang terdengar sudah tidak mampu menggerakkan langkahnya menuju masjid, semua karena keasyikan mencari dunia. Menjadi seorang workaholic yang cinta dunia. Melupakan nikmatnya akhirat.

Yang ada dalam fikiran adalah bagaimana caranya menggemukan rekening pribadi. Yang sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menghidupi anak cucu. Tapi karena ketamakan mencari dunia, membuat orang tidak pernah puas.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan ;

 “Andai saja seseorang memiliki 2 lembah emas, maka ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghentikan keinginannya kecuali kematian. Allah memberikan taubat kepada orang yang mau bertaubat.” (HR Bukhari & Muslim)

Mencari dunia ibarat meminum khomer. Satu teguk tidak terasa, dan sebotol kurang. Tidak akan ada habisnya. Karena dunia begitu menggoda dengan pemandangannya yang hijau lagi sejuk. Melambai-lambai mengajak orang menikmatinya. Padahal hakekatnya dunia adalah hina dina.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;“Kalau saja dunia itu di sisi Allah sebanding dengan sayap seekor nyamuk, tidak mungkin Allah akan memberi minum kepada orang kafir walau setetes.” (HR Tirmidziy, dishahihkan oleh Syaikh Albaniy)

Ternyata dunia tidaklah sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Lalu mengapa kita mati-matian mencarinya dengan mengorbankan perintah-perintah Allah serta menerjang larangan-larangannya.

Hidup Untuk Mengejar Akhirat

Jadikanlah hidup kita untuk mengejar akhirat, jangan terus menerus mengejar dunia. Dunia pasti bertekuk lutut mendatangi kita. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits;

“Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah akan mencerai-beraikan urusannya. Kemiskinan membayang di depan matanya. Dunia hanya datang sekadar yang ditakdirkan padanya. Barangsiapa menjadikan niatnya adalah akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya. Menjadikan kekayaannya berada di hatinya. Dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR Ibnu Majah)

Akhir kata, janganlah kehidupan kita dipakai untuk mengejar dunia yang seperti sayap seekor nyamuk kedudukannya di sisi Allah. Jadilah kita anak-anak akhirat, bukan anak-anak dunia sebagaimana dipesankan oleh Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu.

Ditulis setelah berdesak-desakan di KRL
Djati Purnomo Sidhi
Artikel sobathijrah.com

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini