Kata Hijrah berasal dari Bahasa Arab yaitu هِجْرَةٌ, yang berarti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, atau dari suatu keadaan menuju keadaan lainnya. Oleh karena itu para ulama menerangkan makna hijrah menjadi 4 definisi.

Meninggalkan Keharaman

Pertama, Hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, jadi semua yang diharamkan oleh Allah atau dilarang sekuat mungkin ditinggalkan. Hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim berdasarkan sebuah hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda;

“Dinamakan sebagai muslim sejati apabila orang lain terbebas dari gangguan tangan dan lisannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan-larangan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas dengan jelas disebutkan, kalau hijrah seseorang itu dengan meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah maupun oleh RasulNya. Jadi mulai hijrahmu dengan menyatakan putus dengan semua keharaman yang pernah kamu lakukan sobat.

Baca juga : 23 Banding 1, Ketimpangan Memanfaatkan Waktu

Berpindah dari Negeri Kafir Menuju Negeri Islam

Kedua, Hijrah adalah berpindah dari negeri kufur menuju negeri Islam. Sebagaimana hijrah yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya, dari Mekah menuju kota Madinah. Faktor yang mendorong untuk hijrah dikarenakan banyaknya tekanan dan siksaan yang dirasakan oleh Nabi dan para sahabat. Kemudian adanya kekuatan di luar yang akan membantu dan melindungi dakwah, sehingga memungkinkan Rasulullah leluasa berdakwah. Faktor lain karena takut agamanya akan terfitnah.

Ibunda Aisyah radiyallahu ‘anhaa menuturkan,”Kaum mukminin pada masa dulu, mereka berhijrah membawa agama mereka menuju Allah dan RasulNya karena khawatir terfitnah.” (HR Bukhari no. 3900)

Berpindah Dari Tempat Maksiat Menuju Tempat Ketaatan

Ketiga, Hijrah adalah berpindah dari tempat yang sudah terkontaminasi oleh banyak dosa dan kemaksiatan, serta tidak ada bentuk pengingkaran terhadap dosa dan kemaksiatan tersebut, menuju tempat yang baik lingkungan dan penduduknya. Contoh nyatanya jika lingkungan sekitar kita banyak yang melakukan dosa secara terang-terangan seperti minum khomer, berjudi, prostitusi, namun kita tidak mampu mengingkari atau tidak punya rekan untuk mengingatkan, maka saat itu wajib untuk berhijrah menuju tempat yang lebih baik.

Meninggalkan Pelaku Maksiat

Keempat, Makna hijrah adalah meninggalkan pelaku maksiat saat dia sedang berbuat maksiat. Karena meninggalkan mereka saat sedang melanggar larangan agama sudah diperintahkan sama Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.” (QS. Al-An’am : 68)

Makna Hijrah Hakiki

Nah, dari berbagai makna hijrah yang sudah disebutkan, bisa ditarik kesimpulan kalau makna hijrah itu mencakup dua hal. Yang pertama adalah hijrah fisik dan kedua adalah hijrah batin. Hijrah fisik itu berupa perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya ketika berhijrah dari Mekah ke Habasyah, atau ke Madinah untuk menyelamatkan agamanya, mencari lingkungan yang lebih baik agar bisa bebas beribadah kepada Allah Ta’ala, tenang dalam menjalani kehidupan tanpa ada rasa takut akan terhadap pihak lain. Atau berpindah dari tempat yang banyak kemaksiatan ke tempat yang banyak orang sholeh berkumpul disitu. Termasuk juga hijrah secara fisik, kamu menjauhi orang yang sedang melakukan maksiat di hadapanmu kalau tidak bisa menegur dan menasehatinya.

Hijrah yang kedua adalah hijrah secara batin, yaitu berubah keadaan dirinya menjadi lebih baik. Yang dulunya masih suka berbuat maksiat maka sekarang memutuskan untuk putus sama semua maksiat. Intinya hijrah secara batin adalah kamu memutuskan pada suatu titik kamu menjadi orang yang lebih taat kepada Allah dari sebelum-sebelumnya. Karena memang taat itu lawannya maksiat, dan maksiat bentuknya, kalau tidak melanggar perintah Allah seperti meninggalkan sholat, puasa, ya melakukan yang diharamkan, seperti minum minuman keras, berzina, mencuri, dan seabreg perbuatan yang dilarang lainnya.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Siahkan download disini