Tauhid merupakan inti dari ajaran agama Islam, dan mentauhidkan Allah adalah pokok dakwah para nabi dan rasul dari yang pertama sampai yang terakhir. Karena kita harus mengenal keutamaan tauhid yang menjadi sebab kemenangan di akherat, keselamatan dari azab neraka, dan juga sebab terbesar diperolehnya ampunan Allah jalla wa ‘ala.

Keutamaan Tauhid Menghapus Dosa Sepenuh Bumi

Allah Ta’ala berfirman

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nissa : 48)

Maka barangsiapa yang mendatangi Allah dalam keadaan bertauhid dan memikul dosa sepenuh bumi –sepenuh atau mendekati sepenuh bumi- Allah akan menemuinya dengan ampunan sebesar itu pula, akan tetapi ini tergantung kehendak Allah ta’ala.

Ibnu Rojab Al-Hanbaly mengomentari hadis ini, “Siapapun yang merealisasikan kalimat tauhid dalam hatinya, dikeluarkanlah semua rasa cinta, pengagungan, rasa takut, rasa harap, dan tawakalnya dari selain Allah, pada saat itulah dosa-dosa dan kesalahannya akan dibakar habis walau sebanyak buih di lautan. Dan bisa jadi akan di ganti dengan kebaikan. (Jami’ul ulum wal hikam 2/417)

Baca juga : Ngalap Berkah Kepada Kyai dan Ulama

Tauhid Sebab Masuk Surga

Syaikh Muhammad At-Tamimi membuat bab didalam Kitab Tauhid yang berjudul “Bab Keutamaan Tauhid Sebagai Penghapus Dosa”. Beliau menyebutkan hadits dari Ubadah bin Shomit, bahwa dia berkata, Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah saja dan tiada sekutu bagiNya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus rasulNya, dan Isa adalah hamba dan utusan Allah, dan kalimat Allah yang dilontarkan kepada Maryam serta ruh dari-Nya. Serta bersaksi bahwa Surga benar adanya dan Neraka adalah benar, niscaya Allah akan memasukannya kedalam surga bagaimanapun amalannya”.(Muttafaq ‘alaihi)

Namun ada yang perlu diperhatikan, tidak semua yang mengucapkan kalimat syahadat akan masuk Surga begitu saja. Syaikh Abdurrahman bin Hasan menegaskan arti hadits di atas dalam kitabnya,”Siapa saja yang mengucapkan kalimat syahadat dengan mengetahui maknanya, mengamalkan konsekuensi yang dikandung kalimat tersebut, secara lahir dan batin. Karena pengucapan dua kalimat syahadat harus disertai dengan ilmu, keyakinan, dan mengamalkan kandungannya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,”Maka ketahuilah, bahwa tidak adah Tuhan (yang patut disembah) selain Allah.” (QS Muhammad : 19) dan firmanNya,”Kecuali orang yang mengakui yang hal (tauhid) dan mereka meyakini.” (QS Az-Zukhruf : 86). Adapun sekedar mengucapkan tanpa tahu maknanya, tidak meyakini kebenarannya, dan tidak mengamalkan kandungannya seperti : berlepas diri dari kesyirikan, ikhlas dan berkata dan beramal baik perkataan batin maupun lisan, amalan hati maupun lahir, tidak bermanfaat sesuai dengan kesepakatan ulama.” (Fathul Majid 1/35)

Tauhid Sebab Terbebas Dari Azab Neraka

Pada dalil setelahnya, Syaikh membawakan hadis yang termaktub dalam Shohih Bukhari dan Muslim dari ‘Itban bin Malik (Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda), “Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ila illallah dengan mengharapkan wajah Allah”.

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan,”Rasulullah menegaskan bahwa siapa saja yang mengucapkan Laa ilaha ilallah dengan dengan mengamalkan kandungannya berupa ikhlas, meninggalkan kesyirikan, dan mengamalkan itu semua baik secara lahir maupun batin serta meninggal dalam keadaan bertauhid maka api neraka tidak akan menyentuhnya pada hari kiamat.” (Al-Mulakhos 1/28)

Jadi dapat disimpulkan bahwa keutamaan tauhid adalah menjadi sebab diampuni dosa sepenuh bumi, dan menjadi sebab seseorang masuk ke surga, terhindar dari adzab neraka. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang benar merealisasikan tauhidnya. Aamiin.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini