Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan siang dan malam sebagai tanda-tanda akan kekuasaanNya. Selain itu, siang dan malam memiliki fungsi masing-masing yang bermanfaat bagi seorang hamba. Dalam prosesnya seorang hamba diberikan kesempatan untuk beristirahat saat malam hari tiba, dan melanjutkan aktifitasnya setelah bangun dari tidurnya.

Setelah bangun dari tidurnya seorang muslim hendaknya membaca doa bangun tidur yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bacaan doanya adalah sebagai berikut :

الحَمْدُ لِلّهِ الذِّي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيهِ النُّشُورُ[1]

Alhamdulillahiladziy ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepadaNya lah kami kembali.”

Arti Singkat

أَحْيَانَا                        : menghidupkan kami dari tidur

بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا              : Setelah mematikan kami, yaitu dengan tidur

وَإِلَيهِ النُّشُورُ             : Dihidupkan kembali pada hari pembalasan

Makna Doa

Dalam doa ini terkandung pujian yang begitu mendalam terhadap Allah Ta’ala atas nikmat-nikmatNya yang tak terhitung jumlahnya. Diantaranya adalah hidup kembali setelah mati, yaitu bangun setelah sebelumnya tidur. Jamak diketahui bahwa manusia ketika tidur, ia tidak bisa berbuat apa-apa, tidak sanggup untuk menikmati kehidupan dan melaksanakan ibadah. Apabila ia sudah bangun, hilang penghalang-penghalang itu. Ia bisa bebas bergerak dan melaksanakan ibadah. Sudah sepantasnya ia memuji Allah Ta’ala atas nikmat ini dan bersyukur dengan pemberian Allah[2].

Selain itu, doa ini mengandung akidah yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Yaitu keyakinan bahwa Allah akan membangkitkan hamba-hambaNya nanti pada hari kiamat. Pada akhir doa disebutkan redaksi “wa ilaihin nusyur” yang artinya dan kepadaNya lah kami dikembalikan. Maknanya dikembalikan dengan dibangkitkan kembali pada hari kiamat.

Doa ini juga sebagai pengingat akan adanya hari kebangkitan. Karena nusyur adalah hari kebangkitan pada hari kiamat dan penghidupan kembali setelah kematian. Allah mengingatkan hamba-hambaNya dengan membangunkannya setelah sebelumnya mati (tidur, pent)[3].

 

[1] HR Bukhari no. 6312 Dan Muslim no. 2711

[2] Fiqh al-Ad’iyah wal Adzkar (3/67)

[3] Fiqhul ad’iyah wal adzkar 3/66-67