Sobat, ketika kamu sedang membaca kitab-kitab hadits, atau buku keagamaan lain yang mencantumkan hadits dari Rasulullah ﷺ sering kamu dapati tulisan Muttafaqun ‘alaihi pada bagian akhir. Sebenarnya apa sih arti dari muttafaqun ‘alaihi? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini.

Muttafaqun ‘alaihi

Muttafaqun ‘alaihi adalah suatu istilah yang digunakan oleh para ulama ahli hadits dalam menyebutkan orang yang meriwayatkan hadits. Begitu juga istilah lain seperti Hadits Riwayat (HR) Bukhari dan Muslim, Diriwayatkan oleh yang tiga, empat, lima, enam, dan seterusnya adalah istilah atau rumus yang digunakan untuk menyebut para imam periwayat hadits. Biasanya para imam tersebut telah mengumpulkan banyak hadits dan membukukannya.

Istilah Dalam Periwayatan Hadits dan Artinya
Istilah Arti
Muttafaqun ‘alaihi Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh mereka berdua dengan adanya kesamaan dari sisi matan (redaksi) dan sanad. Walaupun hanya di tingkatan sahabat saja sisi persamaannya.
Riwayat Syaikhoin (Dua Syaikh) / HR Bukhari & Muslim Maksudnya adalah riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim apabila tidak berasal dari jalan sanad yang sama. Misalnya Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah sedangkan Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik, maka tidak disebut Muttafaqun ‘alaihi akan tetapi disebut sebagai riwayat dua syaikh (syaikhoin).
HR Imam yang tiga Maksudnya adalah hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidziy, dan An-Nasaa’iy
HR Imam yang empat Artinya hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Majah.
HR Imam yang lima Artinya hadits itu diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal.
HR Imam yang enam / Diriwayatkan oleh Jama’ah. Maknanya hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Majah.
HR Imam yang tujuh Maknanya hadits itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal.

Sebagai tambahan maklumat ya sobat, kalau sebuah hadits riwayatnya Muttafaqun ‘alaihi atau diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, maka kamu tidak perlu ragu lagi akan derajat keshahihannya. Karena para ulama sudah menerima keshahihan yang terdapat pada kitab Shahih Bukhari dan Muslim, kecuali beberapa hadits saja. Untuk itu jika kamu mendapati hadits yang terdapat dalam kedua kitab shahih tersebut jangan ragu untuk mengamalkannya.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini