Turunnya hujan adalah nikmat yang harus disyukuri oleh manusia, terutama oleh seorang muslim. Karena hujan merupakan rahmat dari Allah Ta’ala dan tidak sepantasnya untuk menggerutu ketika turun hujan atau mencelanya. Untuk mensyukuri nikmat itu, maka selayaknya bagi seorang muslim untuk melakukan amalan-amalan berikut tatkala sedang turun hujan :

  1. Membaca Doa Turun Hujan

Saat hujan turun, maka disunnahkan untuk berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ berikut ini:

اللهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma Shoyyiban Nafi’an

“Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR Bukhari)

Alasan mengapa kita diperintahkan untuk meminta hujan yang bermanfaat, karena ada hujan yang airnya deras akan tetapi alih-alih bermanfaat malah membahayakan semua yang ada di bumi. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah haditsnya,”Bukanlah kemarau itu ketika tidak turun hujan, akan tetapi kemarau itu ketika hujan terus turun akan tetapi tidak menumbuhkan apapun.” (HR Muslim)

  1. Mengucapkan Kata “Rahmat” Ketika Turun Hujan

Ketika hujan turun, disunnahkan juga untuk mengucapkan kata “rahmat” sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadits dari ‘Atha bin Abi Rabah, bahwa ia mendengar Aisyah istri Nabi ﷺ berkata,”Dahulu Rasulullah fdfa ketika terdapat angin bertiup kencang dan awan gelap pada suatu hari, terlihat dari raut wajahnya dan beliau mondar-mandir ke depan dan belakang. Apabila turun hujan beliau merasa gembira, maka Aisyah bertanya kepada beliau. Beliau menjawab,”Aku takut akan datang adzab kepada umatku, dan ketika turun hujan beliau mengatakan,”Rahmat.” (HR Muslim)

  1. Membaca Doa Setelah Turun Hujan

Sesaat setelah hujan berhenti turun, disunnahkan untuk mengucapkan muthirna bifadhillah wa rahmatihi,”Kami diberi hujan atas rahmat dan keutamaan dari Allah.” Hal ini berdasar riwayat yang berasal dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy beliau berkata,”Rasulullah fdfa shalat subuh bersama kami di Hudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Ketika beliau selesai dan menghadap kami, beliau bersabda,”Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian?” mereka menjawab,”Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Rasulullah ﷺ bersabda,”Hamba-hambaku di waktu pagi ada yang mukmin dan juga kafir. Barangsiapa yang mengatakan,”Kami diberi hujan atas rahmat dan keutamaan dari Allah” maka orang tersebut mukmin dan kafir terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan,”Hujan turun karena karena bintang ini dan itu, maka dia kafir terhadapku dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Bukhari & Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,”Dan dibenci mengucapkan hujan turun karena bintang anu, apabila dia mengatakannya karena keyakinannya bahwa bintang sendiri yang menurunkan hujan maka ia terjatuh dalam kekufuran. Apabila dia mengucapkannya dengan meyakini bahwa turunnya hujan dari Allah, dan bintang anu hanyalah tanda untuk turunnya hujan maka tidak kafir, akan tetapi dia melakukan hal yang dibenci, karena mengucapkan kalimat yang sering dipakai oleh orang-orang Jahiliyah.”

  1. Membuka Sedikit Anggota Badan Agar Terkena Air Hujan

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala;

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, (QS. Qaf: 9)

Dari Anas ia berkata,”Pernah suatu ketika kami bersama Rasulullah ﷺ hujan turun. Maka beliau menyingkap pakaiannya sehingga (badan, pent) terkena air hujan.” Maka kami berkata,”Wahai Rasulullah, mengapa kau melakukan hal ini?” beliau menjawab,”Karena ini merupakan awal pembentukan manusia oleh RabbNya.” (HR Muslim)

  1. Memanjatkan Doa Ketika Turun Hujan

Doa yang dipanjatkan ketika turun hujan lebih besar prosentase diterima (Ijabah, pent) maka setiap orang hendaknya berdoa dengan doa yang dikehendakinya. Dari Makhul dari Ibnu Umar, dari nabi ﷺ beliau bersabda,”Carilah mustajabnya doa ketika dua pasukan bertemu, ketika shalat akan dilaksanakan, dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i dalam Al-Umm dan dinilai shahih oleh Al-Albaniy)

Dalam hadits yang lain Rasulullah ﷺ bersabda;

الدعاء لا يرد عند النداء، وعند البأس وتحت المطر

”Doa tidak akan tertolak ketika adzan, saat sedang genting, dan saat turun hujan.” (HR Baihaqiy)

Dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy radiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;

ثنتان لا تردان: الدعاء عند النداء وتحت المطر

“Ada dua doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan.” (HR Hakim dan dinilai hasan oleh As-Suyuthi dan Al-Albaniy)

Imam Al-Munawiy mengatakan dalam kitabnya Faidhul Qodir,”dua doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang” yaitu adzan untuk sholat dan “ketika turun hujan” yaitu doa saat turun hujan tidak akan tertolak, atau hampir-hampir tidak tertolak. Karena hujan adalah waktu turunnya rahmat Allah, apalagi awal turunnya hujan. Doa dipanjatkan dengan memperhatikan syarat, rukun serta adab dalam berdoa.”

 

Diterjemahkan dan diringkas dari https://www.alukah.net/sharia/0/84197/