Seringkali kita mendapatkan kabar bahwa ada saudara, teman, maupun rekan kerja yang sedang sakit. Tentu sebagai seorang muslim baik berusaha menunaikan hak dengan menjenguknya. Inilah beberapa adab menjenguk orang sakit yang semestinya untuk diperhatikan, agar hal tersebut bermanfaat bagi orang yang sakit dan membuahkan pahala bagi orang yang sakit maupun orang yang menjenguknya.

Memilih Waktu yang Tepat

Saat akan menjenguk orang sakit, hal yang perlu diperhatikan adalah waktu besuk. Jangan sampai niat untuk menjenguk orang yang sakit, malah menambah lama masa penyembuhannya karena pasien terganggu dengan tamu yang datang. Apabila menjenguk ke rumah maka janganlah datang ketika waktu istirahat seperti ba’da dhuhur, kemudian jika menjenguk ke rumah sakit maka ikutilah waktu berkunjung yang sudah ditetapkan.

Usahakanlah ketika ketika menjenguk orang sakit untuk menghiburnya, memberinya semangat dengan kabar gembira berupa pahala dari Allah Ta’ala serta dosa-dosanya akan terhapus. Sebagaimana Rasulullah ﷺ ketika menjenguk orang yang sakit beliau memberikan kabar gembira.

Dari Ummu Al-‘Allaa radiyallahu ‘anha beliau berkata: Rasulullah ﷺ menjenguk diriku saat aku sakit, dan beliau ﷺ mengatakan,”Kabar gembira untukmu wahai Ummu Al-‘Allaa, sesungguhnya dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, Allah akan menghapus dosa-dosanya sebagaimana api menghilangkan kerak pada emas dan perak.” (HR Abu Dawud dan Ath-Thabrany)

Baca juga : Nasehat Untukmu yang Sedang Sakit

Menanyakan Keadaan Orang yang sakit

Ketika bertemu dengan orang yang dijenguk maka usahakan untuk mendekat kepadanya, kemudian menyakan keadaannya apakah sudah membaik atau belum. Begitulah adab menjenguk orang sakit yang diajarkan oleh Rasulullah.

Dari Anas radiyallahu ‘anhu dia berkata,”Rasulullah ﷺ masuk menemui seorang pemuda yang sudah berada di ambang kematian, beliau bertanya :”Bagaimana keadaanmu?”. Pemuda itu menjawab :”Aku hanya berharap kepada Allah wahai Rasulullah, dan aku takut akan dosa-dosaku.” Maka Rasulullah mengatakan,”Tidaklah dua hal terkumpul pada hati seseorang pada keadaan seperti ini, kecuali Allah akan memberikan apa yang dia harapkan, dan menurunkan rasa aman dari apa yang ditakutkan.” (HR Tirmidzy dan Ibnu Majah, hadits hasan)

Mendoakan orang yang sakit

Adab menjenguk orang sakti selanjutnya adalah jangan lupa untuk mendoakan orang yang sakit agar Allah segera menyembuhkannya, memberikan rahmat atas sakit yang diderita. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ ketika menjenguk orang yang sakit beliau mengatakan;

لا بأس طهور إن شاء الله

LAA BA’SA THOHUURUN INSYAALLAH

“Tidak mengapa, semoga sakitmu membersihkanmu dari dosa-dosa, insyaAllah.” (HR Bukhari no. 5656)

Tidak mengapa juga untuk mengusap badan orang yang sakit sambil mendoakannya dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ;

أذهب البأس رب الناس، اشف أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقما

ADZHIBIL BA’SA ROBBANNAASI, ISYFI ANTASY SYAAFII, LAA SYIFAA’A ILLA SYIFAA UKA SYIFAA AN LAA YUGHOODIRU SAQOMAN

“Hilangkanlah rasa sakit ini wahai Allah Tuhan manusia. Sembuhkanlah…Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu. Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Mengingatkan Orang yang Sakit Agar Bersabar

Siapa yang ingin ditimpa penyakit, tentu tidak ada seorangpun yang mau. Akan tetapi sakit merupakan takdir Allah yang harus diterima oleh seorang hamba. Hendaknya orang yang menjenguk mengingatkan orang yang sakit agar bersabar dengan keadaannya, karena siapa saja yang bisa menerima ketentuan Allah dengan sabar akan mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala.

Rasulullah ﷺ bersabda,”Sesungguhnya besarnya balasan dari Allah sebanding dengan besarnya ujian yang didapatkan, dan Allah Ta’ala jika mencintai suatu kelompok maka akan mengujinya. Barangsiapa menerima ujian yang Allah berikan, maka dia mendapatkan keridhoan Allah. Namun apabila dia marah terhadap ujian yang Allah berikan, maka akan mendapatkan kemurkaan Allah.” (HR Tirmidzy dan Ibnu Majah, dinilai hasan oleh Al-Albany)

Berikan motivasi untuk selalu berharap kesembuhan kepada Allah Ta’ala saja, jangan sampai orang yang sakit putus asa sehingga merasa lebih baik mati saja daripada hidup menanggung derita sakit. Karena hal itu bisa mengurangi keimanan terhadap takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam sabdanya;

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa ketika orang yang sakit dihadapkan pada rasa putus asa sehingga menginginkan untuk mati saja. Bunyi doanya adalah sebagai berikut :

اللهم أحيني ما كانت الحياة خيرا لي، وتوفني إذا كانت الوفاة خيرا لي

ALLAHUMMA AHYINII MAA KANATIL HAYAATU KHOIRON LII, WA TAWAFFANIY IDZA KANATIL WAFAATU KHOIRON LI

“Ya Allah ! Biarkanlah aku hidup apabila kehidupan itu baik untukku, dan wafatkanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku.” (HR Nasa’iy)

Membimbing Mengucapkan Syahadat Saat Sakaratul Maut

Apabila orang yang sakit sudah menjelang wafatnya dan sedang merasakan sakaratul maut, maka hal yang seyogyanya dilakukan adalah membimbingnya (talqin) untuk mengucapkan kalimat tauhid yaitu Laa ilaha illallah. Berdasarkan perintah dari Rasulullah ﷺ:

“Bimbinglah orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan Laa ilaha illallah.” (HR Muslim)

Inilah Adab-Adab Menjenguk Orang Sakit yang harus diperhatikan oleh orang yang akan berkunjung, dan ingatlah keutamaan menjenguk orang sakit di antaranya adalah orang itu akan berada di kebun surga selama belum berpamitan pulang.

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini