Setiap hari kita akan melewati jalan raya untuk pergi ke suatu tempat, baik itu pergi ke sekolah, ke tempat kerja, ke tempat sanak sudara, maupun ke tempat rekreasi. Ada adab-adab yang harus diperhatikan ketika menggunakan jalan raya, di antaranya adalah sebagai berikut :

Adab Pertama : Berjalan dengan penuh ketenangan dan rendah hati

Termasuk adab yang diajarkan oleh Islam adalah tidak berjalan seperti orang sombong serta mengangkat kepala dan membuang muka dari manusia karena merasa lebih tinggi dari orang lain.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala :

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman : 18)

Adab Kedua : Menahan pandangan (Ghodul Bashar)

Adab yang harus dijaga oleh pengguna jalan adalah menundukkan pandangan sehingga terhindar dari pandangan yang diharamkan, seperti melihat lawan jenis, melihat gambar-gambar yang membuka aurat, dan lain-lain. Perintah untuk menundukkan pandangan di jalan raya berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (30) Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS An-Nur : 30-31)

Adab Ketiga : Menahan diri agar tidak mengotori jalan

Tidak melempar kotoran atau sampah sisa makanan ke jalan. Juga tidak membuang kotoran manusia maupun hewan di jalan raya, tempat duduk-duduk, dan tempat berteduh manusia.

Adab keempat : Menghilangkan gangguan yang berada di jalan

Hal itu termasuk bentuk sedekah, dan juga termasuk sebab yang bisa memasukkan orang ke dalam surga. Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Ada seorang lelaki yang berjalan menemukan ranting berduri tergeletak di tengah jalan kemudian dia menyingkirkannya. Maka Allah memberinya pahala dan mengampuninya.” Dalam riwayat lain,”Maka Allah memasukannya ke dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Adab kelima : Menjawab panggilan salam baik orang yang dikenal maupun tidak dikenal.

Wajib bagi kita untuk menjawab salam baik dari orang yang dikenal maupun belum dikenal. Dasarnya sebuah hadits yang berbunyi,”Lima kewajiban seorang muslim kepada saudaranya…., di antaranya menjawab salam.” (Muttafaqun ‘alaihi

Adab Keenam : Beramar makruf nahi munkar di jalan.

Hal ini wajib bagi setiap muslim sesuai kemampuannya. Apabila melihat sesuatu yang mungkar maka minimal tidak menyukai kemungkaran itu dan mengingkari dalam hatinya, namun apabila mampu maka hilangkan dengan tangan atau ucapan.

Dasarnya adalah hadits yang berasal dari Abu Sa’id Al-Khudry, Rasulullah ﷺ bersabda,”Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (Riwayat Muslim) 

Adab Ketujuh :

Mengarahkan orang yang tersesat, membantu orang yang membutuhkan, menghentikan perbuatan orang yang buruk dan menolong orang yang didzalimi.

Bagi wanita untuk berjalan di pinggir sebelah kiri atau kanan, tidak di tengah jalan apabila jalan itu untuk pejalan kaki.

Tidak berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan yang ramai serta memberi kesempatan orang yang menyeberang untuk lewat. Semua ini bentuk tolong-menolong dalam ketakwaan.

 

Mau artikel ini dalam bentuk dokumen ?

Silahkan download disini